Rabu, 15 April 2015

Jangan emosi dalam mendidik anak




Bagi para pendidik di lembaga pendidikan anak usia dini (paud) maupun di taman kanak-kanak dan juga bagi orang tua hari ini ada tambahan satu tips lagi dalam mendidik dan mengasuh anak. Tips yang satu ini berkaitan dengan anda sebagai seorang pendidik. Dalam artikel kali ini kita akan mencoba membahas sikap emosional yang seringkali dialami oleh pendidik dan orang tua dalam mendidik anak. Sebagai sosok yang menjadi panutan bagi anak anda dituntut untuk bisa mendidik anak-anak dengan baik dan benar serta positif bagi perkembangan anak.


Mendidik anak perlu kesabaran dan kebijakan yang tinggi. bagaimanapun, kondisi emosional pendidik / orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosional anak. jika anak sering berada di lingkungan emosional yang tidak stabil maka secara otomatis anak akan memiliki tingkat kecerdasan emosional rendah. tentunya ini sangat merugikan karena keberhasilan seseorang kelak lebih banyak ditentukan karakter yang didalamnya kondisi emosional seseorang.

membuat anak memiliki karakter dan kecerdasan emosional tentu memerlukan proses panjang dimana setiap orang tua harus berusaha mengendalikan emosi pada saat mendidik anak maupun di kehidupan sehari hari yang notabene merupakan lingkungan sesungguhnya dari perkembangan anak anda.

beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengendalikan emosi ketika mengasuh anak antara lain :

1. pujilah hal menyenangkan yang dilakukan anak maka kita juga akan ikut senang

2. sikapi dengan bijak setiap kesalahan yang dilakukan anak dan segera tunjukkan langkah perbaikannya dengan sabar dan konsisten

3. tarik nafas secara perlahan sedalam mungkin dan lepaskan tanpa sepengetahuan anak jika emosi anda telah memuncak dengan ulah anak setelah itu tersenyumlah terhadap anak anda.

mudah mudahan beberapa tips mengontrol emosi dalam mendidik anak diatas dapat dijadikan jalan bagi anda untuk meningkatkan kecerdasan anak, membentuk karakter anak yang unggul agar kelak menjadi pribadi yang unggul.

Tag : Jangan emosi dalam mendidik anak, kendalikan emosi dalam mendidik anak, sabar dalam mendidik anak, tips sabar mendidik anak, mendidik anak yang baik, mendidik anak yang benar, bersikap sabar dalam mendidik anak, bersikap positif dalam mendidik anak, dampak emosional dalam mendidik anak, buah sabar mendidik anak, hikmah sabar mendidik anak, mendidik anak secara islam, bersikap islami dalam mendidik anak, hinadari emosi dalam mendidik anak, jauhi emosi dalam mendidik anak 
oleh : ninik muyasripah -sumber OKEZONE

Tips mendidik anak usia dini yang nakal





Nah, pada artikel kali ini kita akan mencoba membahas tentang anak nakal. Selama ini mungkin orang tua maupun pendidik di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) maupun taman kanak-kanak atau bahkan di sekolah dasar sering menemui anak-anak yang berlabel anak nakal. Dan terkadang juga sempat dibingungkan dengan kenakalan anak tersebut. Mungkin beberapa tips dibawah ini mampu memudahkan anda dalam menghadapi anak-anak nakal.



Jika membahas soal anak memang gampang-gamapng susah, terutama bagi anak yang nakal repotnya minta ampun. Anak yang nakal dan susah diatur mungkin ada kaitannya dengan latar belakang keluarga itu sendiri. Namun para orang tua yang memiliki anak yang nakal tidak usah bingung bagaimana cara mendidik dan mengatasi anak nakal, disini saya akan memberikan tips cara mendidik dan mengatasi anak nakal mudah-mudahan tips yang saya berikan ini bisa menjadi solusi untuk anda dalam mendidik dan mengatasi anak anda.

Berikut ada beberapa cara mendidik dan mengatasi masalah tersebut:
  • Didekati si anak ajak komunikasi sebagai teman
  • Diberi kesempatan untuk bercerita tentang hal apa saja yang dia temui
  • Diajarai sifat dan sikap tanggung jawab

Untuk membiasakan anak bertanggung jawab haruslah dimulai sejak dini, tanpa dibiasakan sejak kecil tidak mungkin anak mempunyai rasa tanggung jawab.
  • Biasakan anak mengambil dan mengembalikan maiananya sendiri sebelum dan sesudah bermain
  • Biaskan anak untuk melakukan tugas-tugas ringan sejak kecil
  • Bisakan anak untuk menjaga kebersihan
  • Bila nakal tegurlah dan diberi pengarahan
  • Bila melakukan kesalahan dengan orang lain biasakan anak untuk minta maaf agar dia mengeri dan menyadari kesalahannya
  • Biasakan anak untuk mengucapkan terimakasih bila ditolong atau diberi sesuatu oleh orang lain.

Di atas tadi merupakan cara mendidik anak, mendidik dan mengatasi anak adalah tanggung jawab kita para orang tua untuk itu jika anda merasa kesulitan mengatasi anak yang nakal segeralah cari solusi agar anda tidak salah dalam mendidik. Pada artikel selanjutnya penulis akan membagikan tips-tips yang lain yang sekiranya bermanfaat dalam pendidikan anak.

Tag : Tips mendidik anak usia dini yang nakal, perkembangan anak usia dini, pendidikan anak usia dini, paud, taman kanak-kanak, psikologi anak usia dini, karakter anak usia dini, sekolah
ninim muyasripah : berbagaisumber

Jumat, 10 April 2015

Sasaran pendidikan untuk semua anak tidak tercapai

PAUD MUTIARA CERIA -Tekad agar semua anak-anak di dunia mendapat pendidikan dasar pada tahun 2015, yang dicanangkan para pemimpin dunia sebagai sasaran milenium- resmi tidak tercapai.
Badan PBB untuk urusan pendidikan dan budaya, UNESCO, mengatakan sekitar 58 juta anak-anak masih belum mendapat akses untuk pendidikan dasar dan 1000 juta tidak menyelesaikan pendidikan dasar.
Bagaimanapun Dirjen UNESCO, Irina Bokova, mengatakan bahwa tercapai 'kemajuan yang besar' dalam pendididikan global.
Kekurangan dana sebesar US$22 miliar untuk mencapai sasaran pendidikan dasar untuk semua anak.
Enam tekad global ditandatangani oleh 164 negara pada April 2000 dengan tujuan untuk meningkatkan pendidikan secara sistematis selama 15 tahun mendatang.
Tidak satupun dari tekad tersebut yang tercapai pada batas waktu tahun 2015, namun dibandingkan dengan kecenderungan tahun 1990-an, situasi saat ini lebih baik.
"Jutaan anak-anak lebih banyak berada di sekolah dibandingkan jika kecenderungan pada tahun 1990-an yang bertahan," tegas Bokova.
Menurut UNESCO, kekurangan dana mencapai sebesar US$22 miliar jika sasaran untuk menempatkan semua anak-anak ke sekolah dasar ingin dicapai.
Sebagian besar dari anak-anak yang tidak menikmati akses pendidikan dasar adalah anak perempuan dari keluarga miskin di negara-negara Afrika yang berada di bawah Sahara.
Selain kurangnya dana, hambatan untuk menciptakan sekolah-sekolah dasar antara lain disebabkan konflik, kemiskinan, diskriminasi, pemerintahan yang buruk dan meningkatnya junmlah penduduk.

Tekad pendidikan global

Tak satupun dari enam tekad pemimpin dunia tercapai sepenuhnya.
  1. Memperluas perawatan dan pendidikan dini: Dicapai oleh sekitar 47% negara dengan lebih dari dua pertiga anak menikmati pendidikan dini dibandung tahun 1999.
  2. Pendidikan dasar global: Dicapai 52% negara.
  3. Akses yang sama untuk belajar: Pendaftaran yang seimbang di sekolah menengah pertama di 46% negara. Namun di negara berpendapatan rendah, satu dari tiga kaum muda tidak bisa menyelesaikan pendidikan menengah pertama.
  4. Melek huruf dewasa: Buta huruf berkurang 50%. Hanya satu dari empat negara yang mencapai sasaran ini. Di kawasan Afika di bawah Sahara, setengah perempuan tetap buta huruf.
  5. Kesetaraan gender: Di 69% negara, terdapat kesetaraan gender untuk sekolah dasar namun untuk sekolah menengah hanya di 48%.
  6. Peningkatan kualitas pendidikan: Rasio guru-murid sudah meningkat di tiga negara lebih dari empat negara. Namun untuk mencapai sasaran di pendidikan dasar, diperlukan tambahan empat juta guru.------NINIK MUYASRIFAH sumber : bbc