Kamis, 26 Maret 2015

Program Kerja Gugus PAUD

Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Tanpa suatu perencanaan maka proses pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tidak dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu  perencanaan memiliki tahapan paling penting dari fungsi manajemen itu sendiri, terutama dalam menghadapi lingkungan eksternal yang berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya pada intuisi dan firasat


Adapun tujuan disusunnya program kerja pada sebuah organisasi adalah untuk  :

  1. Pencapaian visi dan misi organisasi. Dengan merencanakan program kerja secara efektif, maka pengurus atau fungsionaris merencanakan untuk menjalankan roda organisasi menuju capaian tujuan organisasi. Memang tidak dalam satu periodisasi kepemimpinan organisasi visi dan misi akan tercapai, namun program tersebut akan mendekatkan organisasi secara bertahap untuk mencapai hal tersebut. Dalam program kerja juga akan tampak misi yang dijalankan dalam aktivitas organisasi. 
  2.  Menjawab kebutuhan organisasi. Dengan memiliki program kerja yang efektif, maka organisasi telah menemukan semacam “metode yang tepat” dalam menjawab kebutuhan organisasi. Kebutuhan organisasi yang dimaksud adalah kebutuhan dalam menjawab persoalan organisasi secara internal maupun eksternal dan kebutuhan organisasi dalam menciptakan strategi yang tepat bagi organisasi kedepannya. 
  3. Bekerja secara sistematis. Program kerja organisasi dapat membantu setiap anggota organisasi untuk bekerja secara sistematis dan terstruktur dalam mencapai tujuan organisasi. Seluruh anggota akan terlibat secara aktif dan terstruktur dalam meningkatkan kinerja untuk menjawab tujuan program. 
Gugus PAUD sebagai sebuah organisasi juga memerlukan adanya sebuah perencanaan  yang baik. Perencanaan tersebut biasanya tertuang dalam Program Kerja Gugus PAUD yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk mencapai tujuan organisasi.
Sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Gugus PAUD, secara umum Program Kerja Gugus PAUD meliputi :
1.    Program Pengelolaan Manajemen Gugus PAUD
2.    Program Peningkatan Mutu Pendidik PAUD
3.    Program Pengembangan Gugus PAUD
4.    Program Evaluasi Gugus PAUD
Berikut contoh Program Kerja Tahunan diawal terbentuknya Gugus PAUD di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang  tahun 2012.
No
Program / Kegiatan
Tujuan
Indikator Ketercapaian
Waktu Pelaksanaan
1
Pengelolaan Manajemen Gugus PAUD
a.      Menyusun Program Kerja Gugus
Adanya pedoman kerja bagi pengurus dalam melaksanakan kegiatan Gugus PAUD untuk 1 tahun kedepan.
Tersusunnya program kerja tahunan, dan semester yang representative.
Bulan Januari
b.      Menyusun RAB Gugus PAUD
Tersusunnya rencana anggaran biaya untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan Gugus PAUD.
Adanya sumber pendanaan yang tetap
Bulan Januari
c.      Menyusun AD/ART Gugus PAUD
Menentukan mekanisme kerja Gugus PAUD
Tersusunnya AD/ART Gugus PAUD yang representative.
Bulan Januari
d.      Menyusun tupoksi pengurus Gugus
Adanya uraian tugas yang jelas pengurus PKG PAUD
Pengurus dapat melaksanakan tupoksinya dengan baik.
Bulan Januari
e.      Menyiapkan sekretariat Gugus
Adanya tempat yang representatif untuk digunakan mengelola dan mengkoordinir seluruh kegiatan Gugus.
Tersedianya tempat yang   dapat digunakan oleh seluruh anggota untuk merencanakan, mengatur, membina, mengelola, mengkoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan.
Bulan Januari
f.       Menyiapkan kelengkapan administrasi Gugus
Adanya kelengkapan administrasi organisasi untuk menunjang kegiatan Gugus PAUD
Tersusun dan tersedianya kegiatan pengadministrasian yang baik dan rapih.
Bulan Januari
g.      Pendataan anggota Gugus PAUD
Mengetahui jumlah lembaga , pengelola, dan pendidik PAUD se Kec. Jatinangor
Tersusunnya data lembaga, pengelola, dan pendidik PAUD se Kec. Jatinangor secara lengkap dan valid.
Bulan Februari
h.      Menyusun laporan kegiatan
Adanya laporan seluruh  kegiatan Gugus PAUD
Tersusunya laporan tahunan, semester, dan bulanan secara berkala yang dapat dipertanggung-jawabkan
Tiap akhir bulan, semester dan tahun.
2
Peningkatan Mutu Pendidik
a.      Pertemuan Rutin
Menyampaikan informasi-informasi berkaitan dengan masalah PAUD secara umum.
Adanya kesamaan persepsi terhadap permasalahan PAUD dan mampu mencari jalan pemecahannya.
Tiap bulan (minggu ke 3)
b.      Workshop
Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para pendidik PAUD terhadap perkembangan ilmu pengetahuan terbaru.
Tersusunnya jadwal kegiatan workshop untuk meningkatkan kompetensi pendidik PAUD, misalnya workshop pembuatan APE, workshop penyusunan RKH, dll.
Juli dan Desember
c.      Lomba gugus
Meningkatkan motivasi para pengurus gugus untuk bersaing secara sehat dalam mengelola gugusnya masing-masing.
Adanya Gugus PAUD yang dapat dijadikan sebagai contoh/model pengelolaan dan pengembangan Gugus di Kec. Jatinangor.
Bulan April
d.      Lomba kreatifitas guru
Memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para pendidik yang berprestasi
Meningkatnya motivasi dan semangat para pendidik untuk selalu berprestasi dan berkreatifitas.
Bulan April
e.      Lomba kreatifitas anak
Memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para peserta didik yang berprestasi
Adanya anak yang berprestasi dan berbakat dalam berbagai bidang (tari, nyanyi, melukis dll)
Bulan April
f.       Studi banding
Meningkatnya wawasan dan pengetahuan para tendik terhadap berbagai hal yang berhubungan peningkatan kompetensinya.
Bertambahnya wawasan dan pengetahuan  tendik dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran.
Insidental
3
Pengembangan Gugus PAUD
a.      Menjalin kemitraan
Adanya dukungan dan kerjasama dari dinas/ instansi / lembaga / dunia usaha /masyarakat dalam mengembangkan lembaga.
Terciptanya kerjasama yang baik dari dinas/ instansi / lembaga / dunia usaha /masyarakat.
Juli - Agustus
b.      Sosialisasi Gugus dan PKG PAUD
Menginformasikan keberadaan Gugus kepada dinas/ instansi / lembaga / dunia usaha /masyarakat
Keberadaan dan eksistensi Gugus PAUD diketahui oleh masyarakat
Maret
c.      Pembuatan media informasi dan komunikasi
Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tendik dalam menguasai TIK.
Tersedianya media yang dapat digunakan sebagai media informasi dan komunikasi seluruh tendik PAUD.
Februari
d.      Pendanaan Gugus
Menggali sumber dana untuk mengembangkan  Gugus PAUD
Adanya sumber pendanaan baik yang rutin maupun incidental untuk melaksanakan kegiatan Gugus PAUD.
Tiap Bulan
4.
Evaluasi Program
Untuk menilai ketercapaian program kerja yang telah disusun.
Laporan hasil evaluasi program
Juli – Desember
Sebagai catatan, sebagus apapun sebuah program kerja disusun, akan menjadi tidak bermakna manakala tidak ada komitmen dari seluruh anggota untuk memajukan organisasi.
Semoga bermanfaat !!

Standar Pendidik PAUD

Pendidik anak usia dini adalah profesi yang bertugas merencanakan,melaksanakan proses pembelajaran, dan menilai hasil pembelajaran, serta melakukan pembimbingan, pengasuhan dan perlindungan anak didik.
Pendidik PAUD bertugas di berbagai jenis layanan baik pada jalur pendidikan formal maupun Non formal seperti TK/RA, KB, TPA dan bentuk lain yang sederajat. Pendidik PAUD pada jalur pendidikan formal terdiri atas guru dan guru pendamping; sedangkan pendidik PAUD pada jalur pendidikan nonformal terdiri atas guru, guru pendamping, dan pengasuh.

A. Standar Pendidik
1. Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
Kualifikasi dan kompetensi guru PAUD didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru beserta lampirannya. Bagi guru PAUD jalur pendidikan formal (TK, RA, dan yang sederajat) dan guru PAUD jalur pendidikan nonformal (TPA, KB, dan yang sederajat) yang belum memenuhi kualifikasi akademik dan kompetensi disebut Guru Pendamping dan Pengasuh.
2. Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pendamping
a. Kualifikasi Akademik:
1)    Memiliki ijazah D-II PGTK dari Perguruan Tinggi terakreditasi; atau
2)    Memiliki ijazah minimal Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat dan memiliki   sertifikat pelatihan/pendidikan/ kursus PAUD yang terakreditasi.
  b. Kompetensi
Kompetensi/Subkompetensi
Indikator
1.   Kompetensi Kepribadian
1.1   Bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan  psikologis anak.
1.1.1
Menyayangi anak secara tulus.
1.1.2
Berperilaku sabar, tenang, ceria, serta penuh perhatian.
1.1.3
Memiliki kepekaan, responsif dan humoris terhadap perilaku anak.
1.1.4
Menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa,arif, dan bijaksana.
1.1.5
Berpenampilan bersih, sehat, dan rapi.
1.1.6
Berperilaku sopan santun, menghargai, dan melindungi anak.
1.2   Bersikap dan berperilaku sesuai dengan  norma  agama, budaya dan keyakinan anak
1.2.1
Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut, suku, budaya, dan jender.
1.2.2
Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum, dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat.
1.2.3
Mengembangkan sikap anak didik untuk menghargai agama dan budaya lain.
1.3 Menampilkan diri sebagai pribadi yang berbudi  pekerti  luhur
1.3.1
Berperilaku jujur.
1.3.2
Bertanggungjawab terhadap tugas.
1.3.3
Berperilaku sebagai  teladan.
2.   Kompetensi Profesional
2.1   Memahami tahapan perkembangan anak.
2.1.1
Memahami kesinambungan tingkat perkembangan anak usia 0 – 6 tahun.
2.1.2
Memahami standar tingkat pencapaian perkembangan anak.
2.1.3
Memahami bahwa setiap anak mempunyai tingkat kecepatan pencapaian perkembangan yang berbeda.
2.1.4
Memahami faktor penghambat dan pendukung tingkat pencapaian perkembangan
2.2 Memahami pertumbuhan dan perkembangan anak.
2.2.1
Memahami aspek-aspek perkembangan fisikmotorik, kognitif, bahasa, sosial-emosi, dan moral agama.
2.2.2
Memahami faktor-faktor yang menghambat dan mendukung aspek-aspek perkembangan di atas.
2.2.3
Memahami tanda-tanda kelainan pada tiap aspek perkembangan anak.
2.2.4
Mengenal kebutuhan gizi anak sesuai dengan usia.
2.2.5
Memahami cara memantau nutrisi, kesehatan dan keselamatan anak.
2.2.6
Mengetahui pola asuh yang sesuai dengan usia anak.
2.2.7
Mengenal keunikan anak.
2.3 Memahami pemberian rangsangan pendidikan,  pengasuhan, dan perlindungan.
2.3.1
Mengenal cara-cara pemberian rangsangan dalam pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan secara umum.
2.3.2
Memiliki keterampilan dalam melakukan pemberian rangsangan pada setiap aspek perkembangan
2.4 Membangun kerjasama dengan orangtua dalam pendidikan, pengasuhan,dan perlindungan anak.
2.4.1
Mengenal faktor-faktor pengasuhan anak, social ekonomi keluarga, dan sosial kemasyarakatan yang mendukung dan menghambat perkembangan anak.
2.4.2
Mengkomunikasikan program lembaga (pendidikan, pengasuhan, dan perlidungan anak) kepada orang tua
2.4.3
Meningkatkan keterlibatan orang tua dalam program di lembaga.
2.4.4
Meningkatkan kesinambungan progran lembaga dengan lingkungan keluarga.
3.  Kompetensi Pedagogik
3.1  Merencanakan kegiatan program pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan
3.1.1
Menyusun rencana kegiatan tahunan, semesteran, bulanan, mingguan, dan harian.
3.1.2
Menetapkan kegiatan bermain yang mendukung  tingkat pencapaian perkembangan anak.
3.1.3
Merencanakan kegiatan yang disusun berdasarkan kelompok usia.
3.2   Melaksanakan proses pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan.
3.2.1
Mengelola kegiatan sesuai dengan rencana yang disusun berdasarkan kelompok usia.
3.2.2
Menggunakan metode pembelajaran melalui bermain sesuai dengan karakteristik anak.
3.2.3
Memilih dan menggunakan media yang sesuai dengan kegiatan dan kondisi anak.
3.2.4
Memberikan motivasi untuk meningkatkan keterlibatan anak dalam kegiatan.
3.2.5
Memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan anak.
3.3 Melaksanakan penilaian terhadap proses dan hasil pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan.
3.3.1
Memilih cara-cara penilaian yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
3.3.2
Melalukan kegiatan penilaian sesuai dengan cara-cara yang telah ditetapkan.
3.3.3
Mengolah hasil penilaian
3.3.4
Menggunakan hasil-hasil penilaian untuk berbagai kepentingan pendidikan.
3.3.5
Mendokumentasikan hasil-hasil penilaian.
4.   Kompetensi Sosial
4.1 Beradaptasi dengan lingkungan.
4.1.1
Menyesuaikan diri dengan teman sejawat.
4.1.2
Menaati aturan lembaga.
4.1.3
Menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar.
4.1.4
Akomodatif terhadap anak didik, orang tua,teman sejawat dari berbagai latar belakang budaya dan sosial ekonomi.
4.2 Berkomunikasi secara efektif
4.2.1
Berkomunikasi secara empatik dengan orang tua peserta didik.
4.2.2
Berkomunikasi efektif dengan anak didik, baik secara fisik, verbal maupun non verbal.
3. Pengasuh PAUD
a. Kualifikasi Akademik
    Memiliki kualifikasi akademik minimum Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.
b. Kompetensi
Kompetensi
Indikator
1.     Memahami dasar-dasar pengasuhan.
1.1
Memahami peran pengasuhan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
1.2
Memahami pola makan dan kebutuhan gizi masing-masing anak.
1.3
Memahami layanan dasar kesehatan dan kebersihan anak
1.4
Memahami tugas dan kewenangan dalam membantu guru dan guru pendamping
2.     Terampil melaksanakan pengasuhan.
2.1
Terampil dalam melakukan perawatan kebersihan anak.
2.2
Terampil bermain dan berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan anak.
2.3
Mengenali dan mengatasi ketidaknyamanan anak.
2.4
Terampil merawat kebersihan fasilitas bermain anak.
3.     Bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan  psikologis anak.
3.1
Menyayangi anak secara tulus.
3.2
Berperilaku sabar, tenang, ceria, penuh perhatian, serta melindungi anak.
3.3
Memiliki kepekaan dan humoris dalam menyikapi perilaku anak.
3.4
Menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, arif, dan bertanggung jawab.
3.5
Berpenampilan rapi, bersih, dan sehat.
3.6
Berperilaku santun, menghargai, dan hormat kepada orang tua anak.

Sumber : Peraturan  Menteri Pendidikan Nasional, No. 58 Tahun 2009 Tentang Standar PAUD